Partai Golkar
Partai Golkar
SITEMAP
Dewan Pimpinan Pusat

PARTAI GOLKAR

Ke atas
Politik Detik

Golkar Tak Ingin Emak-emak Cuma Jadi Objek Politisasi

18 Sep 2018
148 Views
0 Comments

Sebutan 'emak-emak' dikritik oleh Kongres Wanita Indonesia (Kowani) dan menawarkan panggilan 'ibu bangsa' sebagai penggantinya. Partai Golkar menilai polemik ini hanya soal rasa dalam berbahasa. 

"Saya pikir ini bentuk sikap dari teman-teman di Kowani ya, dapat dimengerti. Apalagi ditarik ke sejarah penyebutan 'ibu bangsa', yang memang menurut saya pun lebih elok didengar," kata politikus Golkar, Meutya Hafid saat dihubungi, Minggu (16/9/2018).

Meutya mengatakan tak perlu ada yang dipersoalkan dari panggilan tersebut. Sebab, menurut dia ada hal yang lebih utama untuk jadi perhatian: ibu-ibu yang menjadi objek politisasi.

"Namun demikian, jika ada kelompok ibu-ibu yang lebih senang dipanggil emak-emak menurut saya juga tidak masalah. Ini masalah rasa bahasa saja. Yang harus dihindari adalah adanya pengelompokan ibu-ibu untuk kemudian digunakan sebagai objek politisasi," ujar Wakil Direktur Komunikasi Politik Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin itu.

Ia berharap di Pemilu 2019 seluruh kalangan perempuan ikut terlibat. Hal ini agar kebijakan-kebijakan terhadap perempuan makin tepat guna dan tepat sasaran.

"Saya berharap kaum perempuan yang tidak hanya terdiri dari kaum ibu, tapi juga anak muda perempuan dan orang tua, suaranya harus kita dengarkan juga dalam politik di 2019 berupa kebijakan-kebijakan yang betul-betul berpihak pada perempuan, tidak sebatas jargon politik," ujar Meutya.

Diberitakan, Ketua Umum Kowani (Kongres Wanita Indonesia) Giwo Rubianto mengkritik istilah the power of emak-emak. Pernyataan itu disampaikan Giwo saat sambutan dalam General Assembly International Council of Women ke-35 di Yogyakarta, Jumat (14/9). Acara juga dihadiri dan dibuka oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

"Kami tidak mau kalau kita, perempuan Indonesia yang mempunyai konsep Ibu Bangsa sejak tahun 1935, sebelum kemerdekaan, kalau dibilang emak-emak," ujar Giwo, yang disambut gemuruh tepuk tangan para wanita. 

"Kami tidak setuju! Tidak ada The Power of Emak-emak. Yang ada The Power of Ibu Bangsa," lanjutnya.

0 Komentar

Login Komunitas

Email Anda
Password Anda

Manfaat

  • Akses ke Forum Online Partai Golkar
  • Mendapatkan Online Newsletter Secara Berkala
  • Dapat Memberikan Komentar Pada Berita
  1. Setelah anda mendaftar anda akan menerima email verifikasi
  2. Setelah Email Verifikasi sukses, Anda akan menerima email selanjutnya yang berisikan: Nama, Email dan Password yang kami buat secara otomatis

Mari Bergabung Sekarang

Nama Anda
Email Anda

Berita Lainnya

Tidak Tersedia dalam mode landscape